Aji Mutaqqin, salah satu kakak penulis dengan karya berjudul Sepenggal Kisah dalam Ampas Kopi ini adalah seorang guru loh, LoveLKa. Beliau adalah seorang tenaga pendidikan yang mengabdikan diri di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Raudhatul Jannah Cilegon. Keren ya, LoveLKa. Yuk simak kisah perjuangan kak Aji sampai bisa menjadi seorang guru.

Bagaimana sih perjuangan Kak Aji sebagai Guru?

Biasanya seorang siswa SMA sudah punya cita-cita ya, LoveLKa. Tapi, Kak Aji ini berbeda. Beliau saat duduk di bangku SMA belum punya cita-cita seperti teman-teman sebayanya yang lain sampai beliau sering kali kebingungan jika ada seseorang yang menanyakan cita-citanya.

Penerbit Laditri Karya

Suatu hari, Kak Aji ini melihat perjuangan guru-gurunya sehingga beliau terinspirasi. Beliau menilai, jika dinilai secara materil, jelas profesi sebagai guru tak bisa dibandingkan dengan profesi dokter atau para teknisi yang bisa mendapatkan upah yang cukup menggiurkan.

Namun, di luar itu beliau menekuri mengapa para guru begitu tenang dan nyaman dalam menjalani kehidupannya, jauh dari ambisius, dan selalu bersahaja. Hingga akhirnya beliau menemukan jawaban dari setiap jawaban yang sering kali memenuhi benaknya.

Terlepas dari materil, para guru senantiasa dianugerahkan keberkahan pada profesinya. Hal ini karena kehidupan para guru menebarkan kemanfaatan ilmunya kepada banyak orang terkhusus untuk para generasi penerus.

Beliau juga mengatakan bahwa hal tersebut ditegaskan dalam ajaran Islam dalam sebuah hadits berbunyi:

“Khoirunnaas anfa’uhum linnaas” yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Oleh sebab ilmunya yang bermanfaat, kehidupan para guru jauh lebih berkah sehingga memberikan mereka ketenangan dan kedamaian oleh Allah Swt.

Sebelum menjadi guru, Kak Aji ini pernah menjadi seorang wartawan di Koran lokal cetak, online dan majalah juga loh, LoveLKa. Beliau dari muda memang sudah menyukai dunia literasi meski tidak terdaftar sebagai anggota resmi di komunitas tersebut.

Ada beberapa komunitas yang beliau cukup aktif mengikuti kegiatan, di antaranya, komunitas Rumah Dunia, komunitas asuhan Mas Gol A Gong, dan FLB banten. Beliau hanya mengikuti seminar yang sering diadakan oleh komunitas-komunitas tersebut.

Nah, gimana sih kok beliau masih bisa berkarya di sela-sela kesibukannya?

Menurut beliau, jika memang kita ingin menulis ya menulis saja, jika tidak di kejar deadline ya sesempatnya saja. Menurut beliau juga, nulis tuh susah-susah mudah atau mudah-mudah susah.

Wah, gimana tuh?

Jadi, maksudnya gini, menulis itu butuh passion yang kuat. Selain itu, bakat dan tidaknya juga sedikit berpengaruh. Namun, ingat, hanya sedikit. LoveLKa jangan minder ya. Jadi, untuk bisa menulis, segeralah menulis. Tidak usah cari hal-hal teknis untuk menulis. Perbanyak membaca buku dan mulailah menulis jangan tunggu nanti.

Gimana sih tips supaya suka menulis dari Kak Aji?

Menurut Kak Aji, berlatihlah dengan menulis hal-hal sederhana, diary misalnya. Jika LoveLKa merasa berat langsung mencoba menulis novel lebih baik memulainya dengan menulis diary yang isinya curahan hati kita sendiri.

Nah, setelah berlatih biasanya masalah para LoveLKa adalah minder atau gak PD terhadap karya sendiri, ya gak? Menurut Kak Aji, jangan ragu untuk mempublikasikan karya kita agar dapat dikoreksi orang lain. Karena penilaian terbaik ada pada sudut pandang pembaca. Nah, jadi jangan minder lagi ya, LoveLKa.

Kak Aji mulai suka nulis cerpen itu karena kak Aji banyak baca loh, LoveLKa. Menurut beliau, baca-tulis itu satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Seorang pembaca yang baik akan berusaha menjadi seorang penulis. Keren gak tuh? Keren yaa, LoveLKa.

Jadi kesimpulannya, agar mampu memanajemen waktu antara menulis dan kegiatan lainnya. Kita harus bisa menjadikan menulis itu sebagai hobi seperti yang dilakukan Kak Aji yang mengisi waktu luang mengajarnya untuk menulis. Ada satu quotes dari beliau yang sering kali beliau katakan kepada para muridnya.

“Hidup kita adalah sejarah dan tulisan adalah yang mengabadikannya. Hidup kita ini berharga, maka mulailah dengan menulis sejarah hidup kita sendiri.”

Nah, keren kan LoveLka. Yuk sama-sama do’akan semoga Kak Aji agar selalu sehat dan senantiasa diberkahi untuk mendidik para penerus negeri ini.

Ditulis oleh: Aulia Rahma
Diedit oleh: Khusnul Pusva R dan Laily Adha Intan Putri

× Tanya Minda