Rahmawati, kakak penulis Laditri Karya yang satu ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Pendidikan Indonesia, Purwakarta. Kak Rahma mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Kalian tahu ga buku “Suara Hati” yang merupakan karya perdananya kak Rahma ini tebel banget loh, LeveLKa. Sekisaran 400 halaman, keren kan?

Berapa lama ya kira-kira kak Rahma menyelesaikan naskah novel tersebut?

Kak Rahma mulai menulis naskah ini pada bulan Januari 2019 sampai bulan Juni 2019, LoveLKa. Tapi, di bulan Maret-April beliau mengalami patah hati berat yang membutnya susah berkonsentrasi ke project novel tersebut. Lalu, di bulan Mei beliau mendapatkan kembali semangatnya untuk menulis.

Penerbit Laditri Karya

Beliau terinspirasi dari para penulis wattpad yang bisa mengangkat karya mereka ke layar lebar. Dari sana, Kak Rahma kembali menulis hingga akhirnya naskah tersebut selesai pada bulan Juni, bertepatan dengan KKN Kak Rahma di kampusnya.

Novel setebal itu kira-kira apa sih hambatannya?

Menurut kak Rahma, hambatan terbesar selama beliau menuntaskan karya perdananya tersebut adalah suasana hati penulis itu sendiri, terlebih patah hati yang dialami beliau.

Suasana hati emang bener-bener berpengaruh sama tulisan kita, tapi, ga semua orang yang patah hati terganggu imanjinasi ya, LoveLKa. Banyak juga kok, yang ketika patah hati malah banyak imajinasi yang ngalir.

Selain itu, hambatan dari pembuatan novel “Suara Hati” ini adalah dengan padatnya kegiatan kak Rahma di kampus. Apalagi Kak Rahma adalah mahasiswa akhir yang harus mengikuti serangkaian bimbingan dan revisi untuk kelulusan.

Kak Rahma mengenal Laditri Karya dari salah satu rekan workshop-nya yang bernama Bu Ina Widya.

Nah, di dalam buku yang setebal itu ada tokoh yang special gak sih?

Menurut penuturan Kak Rahma, di buku tersebut ada tokoh yang special dalam hidup beliau. Yang beliau lukiskan dengan tokoh Arfan, yang merupakan dosen beliau. Selain dosen, rupanya tokoh Arfan tersebut merupakan inspirasi terbesar Kak Rahma dalam karyanya. Selain itu, keinginan yang besar serta keinginan untuk meninggalkan jejak sejarah kehidupannya membuat Kak Rahma menerbitkan buku tersebut.

Nah, ada beberapa pesan dari kak Rahma untuk para LoveLKa yang masih belum PD untuk menerbitkan karyanya.

Pesannya, show your passion aja. Jangan ragu dan lebih jujur sama kemampuan diri sendiri. Tak semua orang harus berprestasi dalam eksakta, sebuah karya juga merupakan prestasi terbesar seseorang. Karena dengan menulis kita telah meninggalkan jejak hidupnya yang kelak akan di nikmati oleh generasi ke generasi.

Seperti Kak Rahma yang ingin cemerlang dengan caranya sendiri dengan jalan yang beliau tempuh sendiri.

Dari cerita Kak Rahma, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa untuk menjadi penulis yang hebat kita harus berani menunjukkan passion kita meskipun jalan yang kita tempuh berbeda dengan jalan yang orang lain tempuh.

Karena prestasi tak harus selalu sama dengan apa yang dilihat orang lain, prestasi tak selalu harus mengenai materi. Kita mampu meninggalkan jejak kehidupan kita yang kelak akan membuat nama kita abadi.

Ditulis oleh: Aulia Rahma
Diedit oleh: Khusnul Pusva R dan Laily Adha Intan Putri

× Tanya Minda