Nur Aulia Utamy, salah satu kakak penulis di Laditri Karya ini berasal dari Kota Pamekasan, Madura. Kak Nur ini adalah mahasiswa semester enam di IAIN Madura. Selain menjadi mahasiswa, Kak Nur ini merupakan seorang volunteer di Kampung Pendidikan Mandala Senom loh, LovelKa.

Apa sih Kampung Pendidikan Mandala Senom itu? Nah, Kampung Pendidikan Mandala Senom yaitu tempat untuk anak-anak belajar (bimbel). Ngapain sih kak Nur di sana?

Di sana, kak Nur menjadi tutor untuk anak-anak belajar. Salah satu dari kegiatan Kampung Pendidikan Mandala Senom ini adalah membuka Taman Baca setiap hari minggu di pusat kota.

Di taman baca tersebut ada beberapa buku terbitan Laditri Karya juga loh, LoveLKa. Ada karya dari Kak Beladwiyana, kak Intanma, dan karya hasil Kak Nur juga. Keren yaa ….

Milyaran Detikku Menyusun Cerita adalah buku karya Kak Nur. Buku ini berisi antologi puisi.

Penerbit Laditri Karya

Gimana sih proses Kak Nur gemar menulis sampai menghasilkan karya hebat seperti ini? Yuk simak ….

Kak Nur memang memiliki cita-cita ingin menjadi seorang penulis. Sejak duduk di bangku SMA, Kak Nur suka banget nulis. Tapi, Kak Nur merasa tidak mungkin menjadi seorang penulis.

Nah, gimana ceritanya Kak Nur dapet dorongan buat nulis lagi? Selain nulis,Kak Nur juga giat membaca. Salah satu penulis yang menginspirasi Kak Nur adalah Asma Nadia. Kak Nur mendapatkan lagi semangatnya setelah membaca salah satu novel Asma Nadia yang berjudul Hijab Traveler.

Menurut Kak Nur, menulis itu sebenarnya mudah, malah sangat mudah selama ada kemauan dan niat. Cita-cita Kak Nur menjadi seorang penulis ini tersealisasikan saat kak Nur duduk di bangku kuliah semester 3.
Dari sekian banyak cabang sastra yang mendunia, Kak Nur memilih puisi untuk menjadi karyanya.

Kenapa harus puisi?

Bagi Kak Nur, puisi adalah seni ungkapan hati yang memiliki tujuan dan arti. Selain itu, dia berkaca dari pengalaman hidup Kak Nur sendiri yang pernah gagal dalam beberapa kali hubungan. Puisi adalah tempat terbaik bagi Kak Nur untuk menumpahkan semua rasa kecewa, senang, sedih dan perjuangannya.

Kenangan gak selalu buruk loh, LovelKa. Karena dari kenangan kita dapat menghasilkan sebuah karya. Kenangan memang memiliki sisi magisnya tersendiri bagi para penulis, termasuk Kak Nur yang mengemasnya menjadi untaian kata indah.

Kak Nur menghabiskan waktu selama dua bulan untuk menjadi sebuah karya. Proses penerbitan buku ini tidaklah mudah. Perjuangan Kak Nur yang rela bergadang demi mengejar deadline.

Awalnya buku tersebut kak Nur daftarkan untuk mengikuti Lomba Terbit Gratis di Laditri Karya, namun sayangnya, naskah tersebut tidak lolos dalam seleksi.

Meski begitu, semangatnya tak surut, dia pun mengikuti paket terbit di Laditri Karya hingga akhirnya lahirlah buku yang dinanti-nantinya ke dunia.

Alhamdulillah bukunya sekarang sudah bisa kita nikmati ya, sahabat. Rupanya, Kak Nur ikut lomba tersebut tidak sedirian loh, dia ikut lomba bersama salah satu temannya yang juga penulis Laditri Karya, yaitu Kak Intanma.

Apa tanggapan Kak Nur tentang Laditri Karya?

Menurut Kak Nur Laditri Karya ini adalah penerbitan buku yang bagus. Kak Nur mengenal Laditri Karya dari Instagram. Kemudian dia mencari info di instagram Laditri Karya karena banyak yang menerbitkan buku di sana. Adapun yang menjadi daya tarik Kak Nur pertama kali adalalah design cover yang bagus.

Nah, yang menjadi faktor utama kak Nur nerbitin buku di Laditri Karya itu karena ikut seleksi terbit gratis. Katanya, Kak Nur lagi menggarap buku keduanya. Doakan yuk, LovelKa ….

Jadi, kita dapat mengetahui bahwa Kak Nur adalah seorang relawan yang aktif di Kampung Pendidikan Mandhala Senom, Madura. Di tengah-tengah kesibukannya kuliah dan menjadi relawan, Kak Nur juga menciptakan karya-karya hebat seperti buku Milyaran Detikku Menyusun Cerita yang terbit di Laditri Karya ini.

Pesannya, jangan pernah menyerah dalam meraih impian karena akan selalu ada jalan untuk mencapainya. Tanamkan dalam hati bahwa, “Aku bisa jadi penulis, Aku bisa punya karya.”

Ditulis oleh: Aulia Rahma
Diedit oleh: Khusnul Pusva R dan Laily Adha Intan Putri

× Tanya Minda