Destinasi Senja dan Melawan Waktu. Dua buku antologi puisi ini diterbitkan oleh Penerbit Laditri Karya. Buku tersebut ditulis oleh Supriyati Setiyo Hastuti.

Kak Supriyati ini lahir di Tegal, 26 April 1975. Berprofesi sebagai pendidik di SMKN 1 Adiwerna (Teknik) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Mengajarkan Bahasa Indonesia. Pada tahun 1998 beliau menikah dengan seorang karyawan RCTI Sta dan transmisi di Jawa Tengah. Dia telah dikaruniai dua anak, yang pertama berusia 20 tahun, seorang mahasiswa President University jurusan Hubungan Internasional semester 9 Cikarang, Jababeka. Yang kedua, masih berusia 11 tahun kelas 6 SD.

Apa saja yang menginspirasi Kak Supriyati dalam menulis?

Kak Supriyati memiliki banyak peristiwa yang menginspirasinya untuk menulis. Di antaranya adalah para karib yang kian banyak menjauh karena perbedaan paradigma. Juga karena merasa tidak mengetahui tata cara pertemanan. Kepergian sang ayah yang menjadi inspirasi sepanjang jalan perjalanan hidupnya. Adanya perhatian para peserta didik yang luar biasa care dengan apa yang menimpa perjalanan sebagai tenaga pendidik di sebuah SMK. Terakhir, inspirasi tulisannya adalah teman masa lalu yang hingga saat ini masih ada di lubuk hati.

Hingga akhirnya Kak Supriyati mengenal Kak Laditri melalui salah satu muridnya dan memberikan informasi tentang lomba menulis puisi. Setelahnya, terbitlah buku antologi puisinya.

Sejak kapan Kak Supriyati menulis?

Pada awalnya Kak Supriyati menulis puisi sejak SMP hingga saat ini. Wow, sudah sangat lama sekali ya, LovelKa. Dulu, dia menulis puisi masih dalam buku pribadi atau buku diary. Bahkan dalam bukunya Destinasi Senja terdapat puisinya yang ditulis tahun 1994. Wah, luar biasa sekali ya.

Penerbit Laditri Karya

Penulis di Penerbit Laditri Karya yang satu ini juga selalu menayangkan sebuah video sebelum memulai KBM. Video tersebut merupakan video yang berisi puisi hasil karyanya. Selain jago menulis, dia juga jago membuat video. Bahkan dia juga menjadi pengisi suara dalam video puisi yang dibuatnya tersebut.

Hal inilah yang membuat anak didiknya termotivasi untuk ikut menulis, loh. Semoga mereka juga bisa menembus penerbit buku seperti gurunya ini ya, LovelKa. Aamiin.

Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimana bisa termotivasi?”

Jadi begini ….

Kak Supriyati, menyampaikan bahwa menulis puisi itu sangat elegan, romantis, dan kaya siratan makna. Puisi itu bahasa indah. Jadi, dengan berpuisi maka hati pasti lembut.

Puisi itu sarana paling elegan untuk menyampaikan hal apa pun meski sedang marah. Dia juga menyampaikan kisah dari beberapa video puisi miliknya. Anak didiknya memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Mereka tersenyum lalu bersama-sama tepuk tangan melihat dan membaca puisi. Salah satunya adalah puisi romantis bertema kerinduan.

Bahkan saat mereka saksikan video puisi pada layar, terkadang Kak Supriyati melihat air mata mereka menetes seperti larut pada kisah puisinya. Hampir tiap hari dia tunjukkan video puisi untuk awal kegiatan belajar mengajar.

Kak Supriyati sangat berharap peserta didiknya menjadi pribadi yang senantiasa bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berbakti pada kedua orang tua, dan berusaha membahagiakan ayah bundanya sebelum membahagiakan anak tetangga,

Dia juga berharap anak didiknya mengingat bahwa hidup itu pilihan, hidup itu perjuangan dan bumerang. Jadi, mawas diri selalu. Dia ingin agar muridnya selalu menjadi diri sendiri, pribadi yang bertanggung jawab, jujur selalu, serta berdedikasi pada semesta selagi nyawa bersatu dalam raga, dan yang terakhir jadilah mata air. Kita Aamiin-kan bersama yuk, LovelKa.

Penerbit Laditri Karya

Penulis Melawan Waktu ini, selain mendapat support dari anak didiknya, dia juga mendapatkannya dari sang suami, loh. Setiap hari, dia mengirimkan puisi yang ditulis kepada suaminya itu. Pastinya mendapat apresiasi yamg sangat baik dari sang suami ya, LovelKa. Romantis sekali ya, huhu.

Bagaimana tanggapan Kak Supriyati tentang penerbitan buku ini?

Kak Supriyati menyampaikan bahwa kinerja tim Penerbit Laditri Karya sangat solid, cermat, dan tentunya care.

Jadi, tunggu apalagi, LovelKa? Buruan berkarya dan terbitkan bukumu di Penerbit Laditri Karya. Yakin deh, nggak bakal nyesel!

Sekian …

Ditulis oleh : Delia Yogi Noviana
Diedit oleh : Putri Wulan Ningrum

× Tanya Minda