Penerbit Laditri Karya kali ini menerbitkan sebuah buku berjudul Ketika Cinta Itu Kudamba. Penulisnya memiliki semangat yang luar biasa sekali nih, LovelKa. Dia adalah seorang difabel. Ada empat karyanya yang telah terbit di penerbitan buku.

Di novel Ketika Cinta Itu Kudamba yang diterbitkan oleh Penerbit Laditri Karya ini, sang penulis mengangkat tema tentang kehidupan teman difabel. Terutama tuna daksa. Kenapa demikian? Karena Sang Penulis di Penerbit Laditri Karya ini merasa tidak semua orang tahu bagaimana kehidupan teman-teman difabel. Jadi, melalui tulisannya ini si penulis berharap orang-orang mengerti kehidupan teman-teman difabel.

Penulis buku ini bernama Syamsy Anita Fitrianingsih. Memiliki nama pena Anita FN Sunardi. Novel Ketika Cinta Itu Kudamba yang diterbitkan oleh Penerbit Laditri Karya merupakan novel pertama dari Kak Anita.

Gimana sih proses penulisan buku ini?

Proses menulisnya lumayan panjang karena sebenarnya Kak Anita lebih menyukai menulis puisi. Tapi, dengan bimbingan Kak Laditri (CEO dari Penerbit Laditri nih, LovelKa), Kak Anita ini mampu menyelesaikan naskah ini.

Ide dalam novel ini dia ambil dari dari kisah persahabatan dua perempuan difabel yang memiliki konflik kehidupan berbeda, yaitu Aura Lesta dan Yunita Larasati. Namun, satu tujuan yaitu mencari cinta sejati.

Ada beberapa pengalaman dan referensi yang membuat Kak Anita menulis novel Ketika Cinta Itu Kudamba. Untuk yang pertama Kak Anita ingin memberi sedikit gambaran tentang keadaan difabel tunadaksa (cerebal palsy). Hal ini dialami oleh tokoh utama karena kebanyakan orang awam menganggap, menyamakan kondisi mereka dengan difabel tuna grahita, idiot, bahkan stroke. Padahal kondisi masing-masing berbeda.

Yang kedua, yaitu keadaan fisik tokoh utama, Kak Anita mengambilnya dari gambaran dirinya sendiri meski tidak keseluruhan. Nah untuk yang ketiga ini adalah banyak terjadi penolakan dari masyarakat terhadap kehadiran seorang difabel. Diskriminasi masih saja terjadi.

Di novel ini, Kak Anita mencoba menceritakan hal itu. Apa yang dialami sang tokoh adalah sebuah kenyataan yang sering terjadi. Selain itu Kak Anita juga mengambil referensi dari buku yang dibaca.

Berapa lama penulisan naskah ini?

Waktu menulis novel ini, mungkin sekitar enam sampai tujuh bulan dan untuk pesan yang disampaikan adalah hakikat cinta, hadir untuk semua insan. Tanpa memandang keadaan fisik. Rasa yang dilandasi oleh ketulusan, tak akan lekang dimakan waktu.

Penerbit Laditri Karya

Jadi, apakah novel ini nyata atau tidak?

Kak Anita mengatakan bahwa untuk perihal buku Ketika Cinta Itu Kudamba kisah nyata atau tidak itu semua tergantung persepsi pembaca. Tapi, untuk keseluruhan, ini adalah cerita fiksi. Cuma memang, ada beberapa bagian dia ambil dari pengalaman pribadi.

Luar biasa sekali ya LovelKa. Ini beneran hebat. Yakin gak mau beli buku Ketika Cinta Itu Kudamba? Pasti menarik sekali.

Apa aja hambatan Kak Anita dalam menulis buku ini?

Adapun hambatan-hambatan yang dialami Kak Anita dalam menulis novel pertamanya ini. Dia merasa kesulitan menentukan alur cerita setiap bab. Banyak serangan kata yang dia lakukan. Tapi, dia berhasil menerbitkan buku pertamanya ini. Kuncinya adalah jangan pernah menyerah.

Ditulis oleh : Delia Yogi Noviana
Diedit oleh : Khusnul Pusva R dan Laily Adha Intan Putri

× Tanya Minda