Kali ini kita akan bicara mengenai buku kumpulan puisi. Tidak tanggung-tanggung nih, sang penulis menerbitkan dua buku kumpulan puisi sekaligus di salah satu penerbitan buku, di mana lagi kalau bukan Penerbit Laditri Karya. Dua buku ini berjudul Diary Senjaku dan Meretas Rahsa. Kenalan dulu sama penulisnya yuk.

Penerbit Laditri Karya

Namanya Elvynanda Faradiella. Dia sangat senang jika dipanggil dengan nama Kak El atau Kak Senja. Dia kelahiran delapan belas tahun silam, April 2002, Jakarta. Delapan belas tahun sudah berkarya nih. Luar biasa ya. Kalian gimana, LovelKa?

Balik lagi ke Kak Elvynanda yuk.

Si Aktif yang memiliki hobi menulis dan berdiskusi ini bercita-cita menjadi penulis dan penghafal Al-Quran 30 Juz merangkap guru tahfiz sarjana TAFSIR yang melenceng dari dunianya.

Saat ini, ia menjadi siswa kelas XII IPA 1 SMAI ASSABIQUUN, Bekasi sekaligus merangkap sebagai guru tahfiz di Rumah Tahfiz Darusy Syifa dan Founder KMO Sajak Lambuk.

Si gadis bercadar pecinta senja dan rembulan ini yang jejaknya dapat diikuti melalui Fanspage Diary Senjaku, facebook.com/Elvynandaf/. IG: @elvynandaf_ /@diary.senjaku. Hebat ya, LovelKa ….

Sejak kapan Kak El menulis?

Kak El mulai menggoreskan pena sejak empat tahun lalu, tepatnya ketika kelas IX SMP. Ketika sahabat kecilnya mengenalkan pada coretan-coretan diksi. Dia menyukai sastra dan suka menulis puisi. Katanya bisa meluapkan seluruh hal yang dirasakan. Amarah, bahagia, sedih, dan lainnya. Kak ElĀ  terobsesi seperti bunda Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa.

Apa sih tujuan dan motivasi Kak El menulis?

Berbicara tentang tujuan, tujuan menulis Kak El ini karena dia memang ingin menjadi seorang penulis. Dia ingin menjadi seorang penulis yang serba profesi bisa dia ampu. Walau dia tau itu tak mungkin, tapi dia tidak pernah menyerah dan tentunya selalu berusaha.

Menurut Kak El, menjadi seorang penulis bukanlah sebuah profesi yang dijadikan sebagai tulang punggung untuk mencari penghasilan. Karena menurut dia, menulis itu meluapkan perasaan, dan dengan menulis, dia dapat menyalurkan hobinya yang terpendam.

Kenyataannya dia seorang anak sastra yang nyasar ke kelas IPA. Motivasi dia dalam menulis adalah ingin membuktikan bahwa setiap orang bisa menjadi penulis sekalipun dia tak menyukai dunia sastra. Dia ingin membuktikan bahwa dia mampu menjadi seorang penulis dengan karya yang dia keluarkan dan menghapus semua persepsi buruk orang di luar sana tentang penulis.

Bagaimana Kak El ini bisa menerbitkan dua buku sekaligus?

Sebelumnya, Kak El sama sekali tidak mengenal penerbitan buku ini. Bahkan dia juga tidak mengenal sosok Kak Laditri, hanya tahu sekilas saja dan ketika ingin menerbitkan buku, dia meminta rekomendasi dari Kak Lembayung Senja.

Beliau menyarankan untuk menerbitkannya di Penerbit Laditri Karya. Dengan bermodalkan uang pas-pasan masa itu, Kak El menerbitkan dua buku sekaligus yang berjudul Diary Senjaku dan Meretas Rahsa. Dua buku yang terbit ini semuanya menggunakan uang Kak El sendiri loh, LovelKa. Uang itu adalah uang saku sekolah yang ia tabung.

Nah sebenarnya dua buku puisi itu berasal dari satu buku yang tak mungkin terbit dengan jumlah halaman yang begitu banyak sebelum masuk ruang editor. Oleh sebab itu, dibuat menjadi dua buku.

Untuk judulnya, dia meminta satu kata “meretas” kepada salah satu kakak penulis di Penerbit Laditri Karya ini untuk digunakan sebagai. Kak El hanya menyiapkan judul buku Diary Senjaku karena dia juga tak berpikir bisa menerbitkan dua buku sekaligus. Dua buku ini sangat berkesan baginya karena di sana letaknya, cerita Kak El merajut diksi dengan CF.

Apa saja hambatan yang dialami Kak El?

Dalam proses penulisannya Kak El mendapati banyak sekali hambatan. Dimulai dengan adanya perdebatan orang tua yang sempat menganggap remeh sebuah puisi, namun pada akhirnya mereka mendukung ketika Kak El benar-benar menerbitkan bukunya.

Lalu, kurang bisa mengatur waktu sehingga dia mendapat teguran dari guru, ada lagi masalah biaya dan masih banyak sekali, hinaan terhadap puisi karyanya yang mereka bilang tak pantas untuk terbit.

Cacian, makian, support dari teman, dan lain-lain. Semuanya Kak El rasakan, bahkan hingga karyanya terbit ini, masih saja banyak sekali cacian yang dia dapatkan, meski banyak juga yang mendukung untuk mengeluarkan karya lagi.

Penerbit Laditri Karya

Selain mendapat apresiasi dari orang tua dia yang tentunya membeli pertama kali. Teman-teman dari CF, guru-guru sekolah bahkan owner Rumah tahfiz di mana dia menimba ilmu.

Kak El sangat bersyukur sekali kedua buku dia telah berpetualang ke berbagai tempat meski belum terlalu banyak seperti Jakarta, Semarang, Bekasi, Ponorogo, Bali, Bangka Belitung, Palu, dan yang lainnya. Tapi, itu sudah hebat ya, LovelKa ….

Menurut Kak El nih LovelKa. Penerbit Laditri Karya, MasyaAllah keren sekali, sangat membantu dan Kak El suka sistem kerjanya, rapi dalam manajemen waktu, apalagi dari segi pelayanan dan lain hal, the best pokonya. Dia berharap semoga ke depannya bisa bekerja sama lagi dan semoga penerbitan buku ini semakin sukses ke depannya.

Jadi … kesimpulannya, Kak El ini awalnya memiliki kumpulan puisi yang jika diterbitkan di penerbitan buku jumlah halamannya akan sangat banyak sehingga dia menjadikannya dua buku dan terbitlah dua buku sekaligus yang diterbitkan oleh Penerbit Laditri Karya.

Sebelum bertemu dengan Penerbit Laditri Karya, tentunya ada banyak sekali hambatan yang dilalui tapi Kak El tidak pernah putus asa. Bahkan setelah dua bukunya terbit di Penerbit Laditri Karya, masih ada yang mencacinya, namun tidak sedikit juga yang mendukungngnya untuk kembali berkarya dan dia berharap, semoga ke depannya dia bisa bekerja sama lagi dengan penerbitan buku ini alias Penerbit Laditri Karya.

Ditulis oleh : Delia Yogi Noviana
Diedit oleh : Khusnul Pusva Rahayu dan Laily Adha Intan Putri

× Tanya Minda