Berita Pagi merupakan salah satu buku yang diterbitkan oleh Penerbit Laditri Karya. Ditulis oleh Chie Setiawati, usianya sudah mendekati setengah abad. Berita Pagi berisi kumpulan cerpen-cerpen unggulan loh, LovelKa.

Sudah 8 tahun Kak Chie bekerja di Singapura sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia). Menulis itu adalah hobi untuk mengisi waktu luang. Dia juga sempat menjadi admin edukasi di Haikuku Indonesia. Selain tergabung dengan Bebas Melata Singapura, Penyair Perempuan Indonesia, dan grup-grup kepenulisan lainnya, ia juga owner grup Mom Kreatif Menulis.

Selain itu Kak Chie ini juga menjadi editor lepas untuk buku Haiku, novel, dan buku puisi nih. Beberapa karya haiku pernah juga diterbitkan oleh majalah Haiku Jepang, tabloid Pos Bali dan media elektronik. Sudah 6 buku tunggal yang diterbitkan dan puluhan antologi di ikuti, di antaranya antologi puisi, cerpen, haiku, dan tanka. Wah, hebat sekali ya, LovelKa …

Sejak kapan Kak Chie mulai menulis?

Kak Chie mulai menulis sejak kelas 5 SD. Menulis di kertas polio, dibaca teman-teman sekelas. Kadang dipinjam dari tangan ke tangan. SMP mulai kirim-kirim tulisan ke radio, mading, dan koran.

Tahun 2012 Kak Chie kembali menulis. Tahun 2017 mulai berani menerbitkan buku puisi. Ikut event, antologi. Belajar banyak genre tulisan. Sehingga terkumpullah cerpen-cerpen pilihan.

Dan Kak Chie tertarik dengan promo yang diadakan oleh Penerbit Laditri Karya, lalu terbitlah kumpulan cerpen Berita Pagi di tahun 2019.

Bahkan, semua cerpen yang dibukukan ini adalah cerpen yang lolos kurasi dan ada beberapa yang dapat juara juga. Di antara cerpen dalam buku Berita Pagi ada salah satu cerpen yang terinspirasi dari kehidupan pribadi nih.

Judulnya adalah Suara Raya. Suara Raya ini mendapat juara 3 di event Univ Jember Cementicle 2018. Hebat sekali ya ….

Kira-kira ini cerita tentang apa sih?

Jadi cerpen ini bercerita tentang seorang anak kecil yang bermimpi jadi penyanyi. Anak yg rajin, dia membantu orang tuanya yang sakit-sakitan, dengan berjualan di pasar. Hingga akhirnya mimpinya terwujud berkat guru keseniannya.

Di situ Kak Chie ingin menyampaikan, jangan pernah takut bermimpi. Bercita-citalah setinggi-tingginya. Karena dengan doa dan usaha, semuanya akan terwujud.

Ada banyak juga pengalaman dalam menulis kumpulan cerpen ini. Dalam proses menulisnya Kak Chie menulis mengikuti mood. Memang kalau mood sedang tidak bagus jangan dipaksakan menulis ya, LovelKa.

Jadi, kadang kalau mood Kak Chie lagi bagus, nulis nggak berhenti. Kalau mood lagi gak bagus, berhenti nulis. Baca, nulis, belajar lagi. Begitu terus. Setelah banyak, baru dipilih-pilih, lalu sodorkan ke penerbitan buku.

Ada satu buku puisi yang kedua yang memang bertema dan Kak Chie memilih sastra Jepang (Tanka dan Gogyoshi) dan katanya nih, yang ini agak lama dan meras otak karena pakai teori dan patron yang berlaku. Kak Chie pusing juga, tapi tetep dibawa enjoy.

Ada banyak pengalaman Kak Chie dalam mengikuti lomba ada banyak, loh. Ada banyak pengalaman yang unik, seru, ngeselin, sampe nyebelin bangeeettt. Ada yang naskahnya tidak masuk, tidak sampai, hilang, bahkan ada yang kena PHP PJ event abal-abal. Sangat mengesalkan sekali ya, LovelKa, yang baca aja ikut gregetan.

Nih, LovelKa, Kak Chie memberikan tips buat kita, loh. Simak ya …

Karena Kak Chie sudah mengikuti banyak event menulis, jadi dia akan berbagi tips biar naskah kita lolos dalam mengikuti lomba. Simak ya, LovelKa ….

Beberapa tips yang disampaikan oleh Kak Chie yang pertama adalah ikuti tema yang ditentukan, percuma, kan kalau cerpen kita bagus, tapi keluar dari tema yang ditentukan?

Penerbit Laditri Karya

Jadi, supaya para juri tidak menendang naskah kita, ya harus mengikuti tema dalam perlombaan tersebut. Yang kedua adalah menulis dari hati karena katanya nih, LovelKa, bagaimana perasaan pembaca saat membaca cerita kita ini tergantung bagaimana saat menulisnya.

Biar para juri ikut hanyut dan terkesan dengan cerita kita mari kita menulis dari hati. Untuk yang ketiga adalah banyak membaca, kalau kita banyak membaca pasti kita bisa menulis dengan baik juga karena membaca dapat memberikan sumber inspirasi bagi kita.

Yang keempat terima krisan dengan lapang dada, jangan malah marah dan terima saat diberi krisan ya, Lovelka, dengan krisan itu kita bisa meningkatkan kualitas tulisan kita. Yang paling penting adalah terus belajar dan jangan patah semangat, mau karya kita lolos tidak kita harus tetap belajar dan tidak boleh putus asa. Jangan lupa juga kita harus percaya diri nih, LovelKa. Banyak belajar dan membaca, InsyaAllah rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya.

Perbanyak latihan menulis dan supaya kita tidak gampang menyerah meskipun nantinya dalam perlombaan kita kalah, dari Kak Chie menyampaikan agar kira berusaha setiap memulai ikut event itu kita anggap latihan. Jangan anggap kita sedang berlomba. Tulis, kirim, dan lupakan. Kalau menang, jangan sombong. Kalau kalah, perbaiki. Oke, jadi begitu ya.

Untuk penulisan cerpen yang berkualitas juga ada nih tips dari Kak Chie. Yaitu ada baiknya sebelum menulis, kita harus banyak membaca dulu, tahu apa yang harus dan mau kita tulis, belajar dari tulisan orang, serta belajar juga teknik menulis. Bisa diterapkan ya, LovelKa.

Sekian dan Terimakasih, LovelKa ….

Ditulis oleh : Delia Yogi Noviana
Diedit oleh : Putri Wulan Ningrum

× Tanya Minda